Desainer Tesla Pamer Solstice V8 400 HP Andalan Bob Lutz di Garasi Jay Leno
Kebakaran Eaton yang melanda kawasan Los Angeles awal tahun ini memaksa von Holzhausen dan istrinya kehilangan Solstice miliknya yang berkilometer rendah. Alih-alih patah arang, ia justru menemukan pengganti yang jauh lebih istimewa: unit 2006 yang sudah dimodifikasi Mallett dengan mesin V8.
Kisah lengkapnya ia ceritakan langsung saat mampir ke garasi Jay Leno, yang tayang di kanal YouTube resmi pembawa acara talk show legendaris tersebut.
Solstice yang Terlalu Bagus untuk Diproduksi Pontiac
Dari luar, tidak ada yang mencurigakan dari Solstice ini. Velg lima palang staggered 19 dan 20 inci yang unik justru mengikuti sketsa orisinal von Holzhausen saat pertama kali menggambar mobil ini. Satu-satunya petunjuk bahwa ada dua kali lipat jumlah silinder di balik kap depan hanyalah suara knalpotnya.
Mallett tidak menyentuh LS2 yang disuntikkan ke ruang mesin Solstice. Keputusan itu menjaga mobil tetap mudah dikendarai dan andal untuk penggunaan harian. Suspensi diperkuat untuk menahan beban ekstra tanpa mengorbankan handling, sementara transmisi manual lima percepatan yang diambil dari rak komponen Chevrolet Colorado tetap dipertahankan karena sanggup menyalurkan tenaga tambahan.
Proyek Rahasia yang Sembunyi dari Tim Corvette
Von Holzhausen juga membuka cerita menarik di balik kelahiran Solstice. Saat itu, ia bersama Bob Lutz yang menjabat CEO GM dan beberapa kolega harus menggelar rapat desain secara sembunyi-sembunyi di ruangan terkunci. Alasannya sederhana: mereka takut kena amuk tim Corvette.
Solstice yang lebih ringan sekitar 500 pon dari Corvette generasi sezamannya berpotensi lebih cepat di lintasan. Itu dosa besar di internal GM kala itu. Lutz dan von Holzhausen sadar betul, mobil kecil yang mereka rancang untuk melawan Mazda Miata ini bisa mengganggu hierarki model andalan GM.
Leno Terpikat Tenaga LS2 yang Galak Tapi Kalem
Leno tampak tulus terkesan dengan mobil ini. Tenaga 400 hp yang keluar dari LS2 membuat ban belakang mudah kehilangan traksi saat pedal gas diinjak dalam. Namun saat Leno mengangkat kakinya dari throttle, Solstice ini kembali tenang dan terkendali.
Tidak heran Leno berkali-kali memacu mesinnya dan membiarkan LS2 bernyanyi. Bobot yang ringan dipadu tenaga Corvette membuat mobil ini terasa lebih cepat dari saudaranya yang bermesin V8. Von Holzhausen membuktikan bahwa ia paham betul cara merancang roadster, jauh sebelum ia menciptakan Model S yang mengubah industri kendaraan listrik.
Ketika Tesla Roadster generasi baru akhirnya benar-benar hadir tahun ini—setelah sekian lama tertunda—perlu diingat bahwa ini bukan kali pertama von Holzhausen berkutat dengan mobil roadster. Solstice V8 ini adalah bukti bahwa naluri desainnya untuk mobil kecil yang menyenangkan sudah terasah sejak era GM.