LINKARFAKTA.COM — Badak Sumatra jadi satu-satunya badak Asia yang punya dua cula, sekaligus spesies badak terkecil di dunia. Satwa dengan nama ilmiah Dicerorhinus sumatrensis ini tercatat berstatus Critically Endangered menurut IUCN. Berikut sejumlah fakta menariknya yang perlu kamu tahu.

Badak Sumatra termasuk satwa paling unik yang dimiliki Indonesia. Populasinya kini terancam akibat kehilangan habitat, perburuan ilegal, dan sulitnya berkembang biak. Sejumlah fakta berikut menjelaskan mengapa hewan ini begitu istimewa sekaligus rentan.

1. Satu-satunya Badak Asia Bercula Dua

Badak Sumatra punya dua cula di bagian depan kepalanya. Cula depan biasanya lebih panjang, sedangkan cula belakang lebih pendek dan kadang cuma tampak seperti tonjolan kecil.

Keunikan ini membedakannya dari badak Jawa dan badak India yang masing-masing hanya punya satu cula.

2. Culanya Terbuat dari Keratin, Bukan Tulang

Cula badak tersusun dari keratin, protein yang juga membentuk rambut dan kuku manusia. Jadi cula badak bukanlah tulang seperti yang mungkin dibayangkan sebagian orang.

Cula tersebut bisa terus tumbuh sepanjang hidupnya. Sayangnya, keberadaan cula justru membuat badak jadi sasaran perburuan ilegal karena permintaan pasar gelap.

3. Spesies Badak Terkecil di Dunia

Meski bertubuh besar dan kuat, badak Sumatra adalah spesies badak terkecil di antara lima spesies badak yang masih hidup saat ini.

WWF mencatat tinggi badak Sumatra sekitar 1 hingga 1,5 meter pada bagian bahu, dengan bobot mencapai 600 hingga 950 kilogram. Ukuran tubuhnya yang relatif kecil membantu badak bergerak di lingkungan hutan yang rapat.

4. Tubuhnya Ditutupi Rambut Kasar

Berbeda dari kebanyakan badak lain yang tampak hampir tanpa rambut, badak Sumatra punya rambut kasar berwarna cokelat kemerahan.

Rambut tersebut lebih lebat ketika masih muda, lalu menjadi lebih jarang dan kasar seiring bertambahnya usia. Ciri ini membuat badak Sumatra sering disebut hairy rhinoceros atau badak berbulu.

5. Kerabat Dekat Badak Berbulu yang Telah Punah

Badak Sumatra punya hubungan evolusioner yang dekat dengan badak berbulu (woolly rhinoceros), spesies badak purba yang telah punah.

Menurut WWF, di antara spesies badak yang masih hidup, badak Sumatra memiliki kedekatan kekerabatan dengan kelompok badak berbulu yang telah punah tersebut. Hal ini menjadikannya penting bagi penelitian evolusi mamalia.

6. Lebih Sering Hidup Menyendiri

Badak Sumatra umumnya merupakan satwa soliter atau hidup menyendiri. Badak dewasa biasanya mencari makan dan menjelajahi wilayahnya sendiri, bukan hidup dalam kelompok besar.

Meski begitu, badak Sumatra tetap berinteraksi dengan individu lain, terutama saat memasuki masa kawin. Induk betina juga hidup bersama anaknya selama masa pengasuhan.

7. Berkomunikasi lewat Suara dan Suka Berkubang

Walaupun dikenal menyendiri, badak Sumatra bukan berarti tidak berkomunikasi. Hewan ini menghasilkan berbagai suara, termasuk siulan, lenguhan, dan panggilan pendek, yang diduga membantu komunikasi di hutan lebat.

Badak Sumatra juga punya kebiasaan berkubang di lumpur untuk menjaga kondisi tubuh dan kulitnya. Selain itu, badak Sumatra membutuhkan akses ke sumber mineral alami yang dikenal sebagai salt lick.

Dari dua cula hingga rambut kasarnya, badak Sumatra menyimpan keunikan yang tidak dimiliki badak lain. Statusnya yang kritis membuat upaya pelestarian satwa ini jadi semakin mendesak.