LINKARFAKTA.COM — Seekor beruang hitam asia ditemukan terjebak perangkap warga di kawasan permukiman Otsumachi, Hachioji, Tokyo, sekitar 8 kilometer dari Stasiun Takao. Otoritas Tokyo memutuskan penembakan darurat karena satu kaki belakang hewan itu terjepit dan berusaha melepaskan diri. Insiden ini menandai penembakan beruang darurat pertama yang dilakukan di wilayah Tokyo.

Kawasan permukiman Otsumachi di Hachioji, Tokyo, berjarak hanya sekitar 8 kilometer dari Stasiun Takao, gerbang menuju Gunung Takao yang jadi salah satu tujuan rekreasi populer warga ibu kota Jepang. Di area itu, sekitar 70 keluarga tinggal. Bukan kawasan hutan terpencil.

Seekor beruang hitam asia ditemukan terjebak dalam perangkap yang sebenarnya dipasang untuk menangani babi hutan dan rusa. Salah satu kaki belakangnya terjepit, dan hewan itu berusaha melepaskan diri. Polisi menerima laporan sekitar pukul 15.30 waktu setempat, lalu otoritas Tokyo memutuskan penembakan darurat sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam keadaan darurat, Pemerintah Kota Tokyo memang mengizinkan penggunaan senjata api untuk membunuh beruang yang tertangkap. Keputusan terhadap beruang di Otsumachi menjadi yang pertama diterapkan di Tokyo.

Beruang Sempat Terekam Kamera Dasbor

Ketua Asosiasi Lingkungan setempat, Yamashita, mengaku bukan pertama kali melihat beruang di sekitar kawasan itu. Sebelumnya, seekor beruang sempat terekam kamera dasbor kendaraan saat menyeberang jalan.

"Sebelumnya seekor beruang pernah terekam kamera dasbor kendaraan saat menyeberang jalan. Acara-acara lokal dan hari bersih-bersih komunitas kadang dibatalkan setelah penampakan beruang karena beruang dewasa mungkin juga berada di dekatnya," kata Yamashita.

Penampakan yang berulang membuat warga waspada. Kegiatan komunitas yang biasanya rutin digelar terpaksa ditunda setiap kali ada laporan beruang muncul di sekitar permukiman.

Mengapa Beruang Turun ke Permukiman

Profesor dari Universitas Iwate, Takoshi Yamauchi, menjelaskan hasil panen kacang beech sangat buruk pada 2025, terutama di wilayah Hokkaido dan Tohoku. Kondisi itu mendorong sejumlah beruang turun ke daerah berpenduduk untuk mencari makanan.

Para ahli memperingatkan beruang yang mendapatkan makanan di daerah permukiman pada 2025 dapat kembali ke daerah yang sama pada 2026. Artinya, kawasan yang dekat dengan destinasi wisata seperti Takao perlu jadi perhatian wisatawan.

Pertemuan dengan beruang tak lagi hanya persoalan di daerah pegunungan atau pedesaan. Kawasan pinggiran kota yang berbatasan langsung dengan jalur pendakian populer menyimpan risiko serupa.

Panduan Menghadapi Beruang

Yamauchi mengimbau wisatawan agar tidak berteriak, melempar benda, atau tiba-tiba berbalik badan dan berlari ketika berhadapan dengan beruang. Jika memungkinkan, ia mengharapkan orang-orang segera masuk ke dalam kendaraan atau bangunan saat bertemu beruang.

Catatan bagi Wisatawan ke Kawasan Takao

Gunung Takao dan Stasiun Takao tetap menjadi jalur rekreasi favorit warga Tokyo maupun pelancong. Namun, wisatawan yang hendak mendaki atau berjalan di jalur sekitar sebaiknya memantau informasi terkini soal penampakan satwa liar melalui dinas atau pengelola kawasan setempat.

Bagi yang membawa kendaraan, kamera dasbor terbukti berguna mendokumentasikan penampakan beruang di jalan. Membawa lonceng atau sumber suara saat berjalan di jalur sepi juga membantu memberi tanda keberadaan manusia.

Kunjungan ke kawasan berhutan di pinggiran Tokyo sebaiknya dilakukan pada jam terang dan tidak sendirian. Jika pengelola menutup jalur atau membatalkan kegiatan komunitas karena penampakan beruang, ikuti imbauan itu tanpa menawar.