LINKARFAKTA.COM — LeBron James mencatatkan 14 musim beruntun finis di enam besar perolehan suara MVP NBA, rekor terpanjang dalam sejarah liga. Di belakangnya, Kareem Abdul-Jabbar mengoleksi 12 tahun beruntun, disusul Bill Russell dengan 10 tahun dan Larry Bird, Magic Johnson, serta Bob Pettit yang masing-masing menorehkan 9 tahun.
Catatan itu dihimpun Jorge Sierra dan dipublikasikan Hoops Hype, memperlihatkan konsistensi luar biasa sejumlah nama besar NBA melintasi era berbeda. LeBron menjadi satu-satunya pemain yang menembus angka 14 tahun beruntun dalam daftar tersebut.
Dominasi LeBron James di 14 Musim Beruntun
Sejak masuk liga pada 2003, LeBron nyaris tak pernah lepas dari perbincangan perburuan gelar MVP. Rentetan 14 tahun finis di enam besar voting MVP menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain paling konsisten sepanjang sejarah NBA.
Angka itu melampaui capaian legenda-legenda yang lebih dulu malang melintang di liga. Kareem Abdul-Jabbar, pemegang rekor poin terbanyak NBA sebelum dilewati LeBron, berada di posisi kedua dengan 12 tahun beruntun.
Bill Russell hingga Bob Pettit Lengkapi Daftar
Bill Russell menyusul dengan 10 tahun beruntun finis di enam besar voting MVP. Russell dikenal sebagai tulang punggung dinasti Boston Celtics pada era 1950-an hingga 1960-an.
Di bawah Russell, ada tiga nama yang sama-sama mencatat 9 tahun beruntun: Larry Bird, Magic Johnson, dan Bob Pettit. Ketiganya mewakili generasi berbeda, dari Pettit yang bersinar di era St. Louis Hawks hingga Bird dan Magic yang membentuk rivalitas Celtics-Lakers pada 1980-an.
Makna Rekor di Tengah Persaingan NBA
Finis di enam besar voting MVP selama belasan tahun berturut-turut bukan perkara mudah. Pemain harus menjaga performa puncak, menghindari cedera panjang, dan tetap relevan di tengah gelombang talenta baru yang terus bermunculan setiap musim.
LeBron membuktikan hal itu lewat konsistensi yang membentang lebih dari satu dekade. Nama-nama seperti Kareem, Russell, Bird, Magic, dan Pettit yang menempel di belakangnya menegaskan bahwa daftar ini dihuni para pemain yang identik dengan kejayaan NBA di zamannya.
Jorge Sierra menyebut LeBron sebagai "a true NBA great" dalam unggahannya, sekaligus mengenang sosok yang baru saja berpulang. Catatan ini menjadi salah satu penanda betapa langkanya pemain mampu bertahan di level elit selama periode sepanjang itu.