LINKARFAKTA.COM — Apple belum merilis fitur anti-snatching di iOS 27, tetapi kode di beta iOS 27.2 menunjukkan perusahaan masih mengembangkan perlindungan bernama internal "AutoLock". Fitur ini mendeteksi lima sinyal utama saat ponsel dirampas, mulai dari akselerasi mendadak hingga putus koneksi Apple Watch. Google sudah lebih dulu menghadirkan Theft Detection Lock di Android sejak tahun lalu.

Apple belum menyertakan fitur anti-snatching di perilisan iOS 27, namun kode yang ditemukan di beta iOS 27.2 memperlihatkan bahwa pengembangan fitur tersebut masih berjalan. Fitur ini dikerjakan secara internal dengan nama "AutoLock" dan dirancang untuk mengunci ponsel secara otomatis ketika terdeteksi sedang dirampas.

Kemunculan kode ini pertama kali dilaporkan oleh 9to5Mac. Apple belum memberikan keterangan resmi soal jadwal peluncuran maupun nama final yang akan dipakai ke publik.

Lima Sinyal yang Memicu AutoLock

Sistem AutoLock disebut mengandalkan lima pemicu utama untuk menentukan apakah sebuah iPhone sedang dicuri atau tidak. Berikut rinciannya:

Mekanisme Pencegahan Salah Deteksi

Apple menyiapkan sejumlah pengaman agar AutoLock tidak aktif di situasi yang salah. Kode yang ditemukan menyebut sistem berbasis lokasi yang mencegah penguncian otomatis di tempat familiar seperti rumah atau kantor, mirip cara kerja Stolen Device Protection.

Ada pula sistem veto yang memungkinkan fitur tertentu membatalkan permintaan AutoLock, autentikasi biometrik, dan mekanisme backoff yang menunda penguncian otomatis setelah beberapa kali AutoLock terjadi berturut-turut.

Seluruh mekanisme ini masih dalam tahap pengembangan. Bentuk final fitur bisa berbeda dari yang terlihat di kode beta saat ini.

Kenapa Fitur Ini Penting untuk Pengguna iPhone

Perampasan ponsel di jalan sudah jadi masalah umum di kota-kota besar, terutama di kawasan dengan penegakan aturan sepeda listrik dan motor yang longgar. Kebiasaan membawa ponsel terbuka di tangan memperbesar risiko tersebut.

Nilai ponsel bukan cuma soal harga perangkatnya. Aplikasi perbankan, media sosial, foto, dan video pribadi tersimpan di dalamnya. Kalau ponsel dirampas dalam kondisi terbuka, pelaku bisa langsung mengakses seluruh data itu.

AutoLock memberi waktu tambahan bagi korban untuk membuka Find My dan mengunci perangkat dari jarak jauh. Langkah ini menurunkan nilai jual ponsel di pasar gelap dan mempersulit pelaku mengakses data.

Bukan Satu-satunya Lapisan Perlindungan

Apple sudah punya Stolen Device Protection yang membatasi akses ke area penting seperti pengaturan Find My, akun Apple, dan reset pabrik. Fitur ini tetap bekerja meski pelaku mengetahui PIN, karena verifikasinya memakai biometrik.

iPhone juga dipaksa restart setelah 72 jam tidak aktif. Proses ini mengenkripsi perangkat dan mempersulit upaya pembobolan.

Di sisi Android, Google lebih dulu merilis Theft Detection Lock tahun lalu. Fitur itu bekerja dengan mendeteksi perubahan mendadak pada perangkat lewat sensor internal, lalu mengunci layar secara otomatis. Pengguna Android yang pernah mengalami notifikasi penguncian mendadak akibat fitur ini mungkin merasakan sedikit gangguan, tetapi perlindungan tambahan tetap lebih baik dibanding risiko kehilangan data.

Kapan Fitur Ini Hadir di iPhone?

Belum ada tanggal resmi. Kehadiran kode AutoLock di beta iOS 27.2 menandakan Apple masih melanjutkan pengembangan, tetapi perusahaan bisa mengubah cakupan maupun nama fitur sebelum rilis final.

Pengguna iPhone yang ingin perlindungan ekstra saat ini bisa mengandalkan Stolen Device Protection dan Find My. Keduanya sudah tersedia di versi iOS yang beredar sekarang.