LINKARFAKTA.COM — Gelandang Sheffield United Hamza Choudhury menilai Timnas Indonesia punya kualitas untuk tampil di Piala Dunia. Pemain berusia 28 tahun itu menyampaikan pujian menjelang duel Bangladesh vs Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.

Bangladesh berada di Grup A bersama Timnas Indonesia. Kedua tim dijadwalkan bertemu pada Kamis (1/10) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam laga pamungkas fase grup yang menentukan nasib kedua tim.

Rekam Jejak Kualifikasi Jadi Dasar Penilaian

Hamza menyoroti perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang nyaris membawa tim Garuda ke putaran final. Menurutnya, pencapaian itu menunjukkan perkembangan sepak bola Indonesia yang serius.

"Timnas Indonesia sangat bagus. Peringkat mereka saat ini cukup baik, kualitas pemain di dalam tim sangat mumpuni, dan mereka memiliki pelatih kepala yang hebat," kata Hamza.

Ia menambahkan bahwa dukungan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola menjadi faktor penting di balik kemajuan tim asuhan pelatih kepala tersebut.

"Khususnya pada putaran kualifikasi Piala Dunia berikutnya, saya tidak akan terkejut jika mereka mampu bersaing menuju Piala Dunia. Sebagai sebuah negara, masyarakat di sini menaruh perhatian yang sangat besar pada sepak bola, dan tim mereka memang sangat bagus," lanjutnya.

Pengalaman Premier League dan Trofi Piala FA 2021

Hamza bukan nama asing di sepak bola Inggris. Ia menempuh karier panjang bersama Leicester City dan sempat merasakan atmosfer Premier League.

Bersama The Foxes, ia ikut merasakan gelar juara Piala FA 2021. Hamza tampil dalam final saat Leicester mengalahkan Chelsea 1-0.

Kini ia bermain untuk Sheffield United di divisi dua Liga Inggris. Kehadirannya di Indonesia bersama Timnas Bangladesh menjadi salah satu daya tarik tersendiri di Grup A.

Duel Penentu di Gelora Bung Karno

Pertemuan Indonesia vs Bangladesh pada Kamis (1/10) menjadi laga terakhir fase grup. Hasil pertandingan akan menentukan siapa yang lolos ke babak berikutnya.

Bagi Hamza, laga ini sekaligus kesempatan membuktikan penilaiannya sendiri terhadap tim yang ia puji. Bangladesh datang bukan sekadar melengkapi grup, tetapi untuk bersaing memperebutkan tiket kelolosan.

Timnas Indonesia berada di posisi yang relatif menguntungkan dengan kualitas skuad yang diakui pesaingnya. Namun sepak bola tidak selesai pada pujian di ruang konferensi pers, melainkan pada hasil di lapangan.