LINKARFAKTA.COM — Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) meminta pemerintah memberikan kepastian kebijakan insentif motor listrik yang hingga kini belum cair. Ketua Periklindo Moeldoko menilai ketidakpastian ini menekan penjualan dan mengancam keberlangsungan dealer. Permintaan itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (21/9/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (21/9/2026). Moeldoko menilai pola kebijakan yang berubah-ubah membuat pelaku industri sulit mengambil keputusan bisnis.

Keluhan Industri: Dealer Terancam Tutup

Moeldoko menyebut konsumen cenderung menunda pembelian karena menunggu kepastian insentif. Dampaknya, stok kendaraan listrik menumpuk di jaringan penjualan.

"Jadi kadang diberikan harapan, besoknya lagi nunggu lagi kapan akan diberikan. Sehingga apa yang terjadi? Seluruh diler-diler kita, pabrikan, itu stuck sekarang," ujarnya.

Ia memperingatkan kondisi tersebut bukan hanya menekan penjualan. Jika berlangsung lama, tekanan itu bisa mengancam keberlangsungan dealer.

"Dengan stuck itu risikonya, banyak diler yang mati. Karena apa? Karena masyarakatnya menunggu, kapan ini subsidi diberikan? Akhirnya enggak beli-beli motor," kata Moeldoko.

Usulan: Insentif Minimal Tiga Tahun

Moeldoko meminta skema insentif tidak diberikan hanya dalam jangka pendek. Menurutnya, industri butuh kepastian untuk menyusun rencana bisnis dan investasi.

Ia mengusulkan pemerintah menetapkan kepastian insentif setidaknya selama tiga tahun. Kebijakan yang berlaku setahun lalu dievaluasi ulang dinilai tidak memberi kepastian bagi pelaku industri.

"Sekarang ini kebijakan tentang insentif itu setahun, berikutnya janji lagi, nunggu belum turun-turun, entar lagi mungkin ingat kasih lagi setahun. Ini tidak membawa kepastian bagi para pelaku industri," ujarnya.

Manfaat Insentif untuk Pemerintah dan Konsumen

Dalam rapat tersebut, Moeldoko menegaskan pemerintah seharusnya tidak ragu memberikan insentif kendaraan listrik. Menurutnya, manfaat program tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga pemerintah.

"Kalau pemerintah menikmati seperti itu, jangan ragu-ragu untuk memberikan insentif. Kenapa insentif maju mundur, maju mundur kayak umbel saja gitu loh," kata Moeldoko.

Ia pun meminta DPR memberikan dukungan penuh agar pemerintah tidak ragu menyalurkan insentif. Kepastian kebijakan dinilai penting bagi investasi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

"Itu persoalan besar ini. Jadi mohon nanti DPR juga memberikan dukungan penuh untuk pemerintah tidak ragu-ragu memberikan insentif," tegasnya.

Status Insentif Motor Listrik 2026

Hingga rapat kerja tersebut, belum ada kepastian mengenai jadwal pencairan insentif motor listrik. Periklindo menyebut ketidakpastian program mulai memberikan tekanan terhadap penjualan hingga keberlangsungan bisnis dealer.

Masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan terbaru soal insentif kendaraan listrik dapat memantau kanal resmi Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan. Informasi mengenai skema, besaran, dan jadwal pencairan belum diumumkan dalam rapat tersebut.

Konsumen diimbau tidak mempercayai pihak yang menjanjikan bantuan atau potongan harga dengan syarat pembayaran di muka. Seluruh informasi resmi soal insentif kendaraan listrik hanya disampaikan melalui kanal pemerintah.