LINKARFAKTA.COM — Empat kawasan olahraga di Jawa Barat tengah disiapkan menjadi destinasi sport tourism dan wellness terintegrasi, mencakup Sport Jabar Arcamanik, Lahan Tanjungsari, Sarana Olahraga Lodaya, dan Sarana Olahraga Padjadjaran. Pengembangan ini dibahas dalam Business Infrastructure Forum, rangkaian Indonesia Sports Summit 2026 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan potensi masing-masing kawasan yang punya karakter dan peluang berbeda.

Rencana pengembangan ini dibahas dalam Business Infrastructure Forum (BIF), salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, investor, pelaku industri, pengelola infrastruktur, dan pemangku kepentingan lain.

Empat Kawasan yang Disiapkan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan potensi keempat kawasan dalam forum tersebut. Masing-masing aset memiliki karakter dan peluang pengembangan yang berbeda, mulai dari kawasan sport terpadu hingga sarana olahraga yang sudah lama berdiri.

Pemerintah menilai keempat kawasan ini membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan sektor swasta. Tujuannya agar tingkat utilisasi dan aktivitas di kawasan tersebut tinggi sebagai destinasi baru yang mengusung konsep sport tourism dan wellness.

Dukungan Sektor Swasta

Founder & Chief Executive Officer Artotel Group, Erastus Radjimin, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan keempat aset kawasan olahraga di Jawa Barat. Dukungan itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam diskusi Business Infrastructure Forum.

"Kami meyakini bahwa sport tourism dan wellness akan menjadi masa depan hospitality. Oleh karena itu, kami mendukung penuh pengembangan keempat aset kawasan olahraga di Jawa Barat menjadi destinasi sport tourism dan wellness yang memiliki nilai serta aktivitas sepanjang tahun," ujar Erastus Radjimin.

Integrasi dengan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Pengembangan kawasan olahraga tidak berdiri sendiri. Erastus menekankan kawasan tersebut harus diintegrasikan dengan sektor pariwisata seperti hospitality, retail, F&B, wellness, entertainment, serta komunitas.

"Integrasi ini dapat menjadi peluang untuk menciptakan utilisasi infrastruktur olahraga yang lebih konsisten sekaligus membuka sumber pendapatan baru," ujarnya.

Konsep integrasi ini dinilai dapat menciptakan aktivitas sepanjang tahun di kawasan olahraga, tidak hanya saat ada event besar. Dengan begitu, infrastruktur yang sudah ada bisa dimanfaatkan lebih konsisten dan membuka sumber pendapatan baru bagi pengelola.

Peran dalam Pertumbuhan Ekonomi

Partisipasi Artotel Group dalam Indonesia Sports Summit 2026 disebut sebagai langkah nyata perusahaan dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pengalaman di industri hospitality diharapkan mendukung pengembangan infrastruktur olahraga yang terintegrasi dengan aktivitas pariwisata.

Kementerian Pemuda dan Olahraga RI menyelenggarakan ISS 2026 sebagai wadah pertemuan antara pemerintah, investor, dan pelaku industri. Forum ini membahas peluang investasi, pengembangan, pengelolaan, dan pemanfaatan infrastruktur olahraga untuk mendukung pertumbuhan industri olahraga nasional.

Bagi traveler yang menantikan destinasi sport tourism baru di Jawa Barat, perkembangan keempat kawasan ini layak dipantau. Informasi terkini soal jadwal pengembangan dan akses kunjungan dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat.