LINKARFAKTA.COM — Harga Pertalite eceran di Sulawesi Selatan melonjak hingga Rp 35 ribu per botol besar seiring kelangkaan BBM subsidi yang memicu antrean panjang di SPBU. Sebagian warga memilih menanggung biaya ekstra ketimbang kehilangan berjam-jam waktu di antrean, sementara pedagang eceran harus mengantre sejak dini hari demi mempertahankan penghasilan.

Kelangkaan bahan bakar minyak subsidi di sejumlah titik Sulawesi Selatan membuat antrean kendaraan mengular di SPBU. Dampaknya menjalar cepat ke pasar eceran. Pertalite yang biasa dijual sekitar Rp 15 ribu per botol besar air mineral kini dibanderol Rp 35 ribu, sedangkan ukuran sedang sekitar Rp 25 ribu.

Kenaikan itu tidak menyurutkan pembeli. Sebagian warga justru menerima harga mahal sebagai konsekuensi agar tidak perlu menunggu berjam-jam di stasiun pengisian.

Mengapa Warga Memilih Bayar Lebih Mahal

Rahma, warga Manggala, Makassar, mengaku tidak mempermasalahkan selisih harga selama BBM bisa langsung didapat. Baginya, waktu yang tersita di antrean lebih mahal daripada tambahan biaya yang harus dibayar.

"Saya tidak masalah beli lebih mahal daripada mengantri berjam-jam. Ini saja sulit bisa dapat," ujarnya, dikutip dari Antaranews, Jumat (18/9).

Kelangkaan ini mengganggu rutinitas harian Rahma. Mulai dari mengantar anak ke sekolah, mengunjungi kerabat, sampai kebutuhan pekerjaan ikut terdampak. Dia sempat beralih ke ojek daring untuk beberapa perjalanan agar tidak terlalu sering memakai sepeda motor, meski pilihan itu justru menambah pengeluaran.

Pedagang Eceran Antre Sejak Pukul 01.00

Beban terberat dirasakan pedagang BBM eceran. Muliati, pedagang asal Kabupaten Takalar, harus berangkat dini hari demi mendapat pasokan. Dia biasa mengantre mulai pukul 01.00 hingga 02.40 WITA karena antrean pada jam itu relatif lebih pendek dibanding siang yang bisa mencapai empat sampai lima jam.

Muliati mengaku tidak lagi mempermasalahkan jenis BBM yang diberikan. Yang penting pasokan tetap ada agar usahanya tidak mati.

"Sekarang, sudah tidak masalah, yang diberikan Pertalite atau Pertamax yang penting kita menjual karena kalau tidak begitu, mata pencarian kami pedagang kecil akan hilang," tuturnya.

Pertamini Ikut Naik, Antrean Picu Kemacetan

Lonjakan harga juga terjadi di Pertamini. BBM yang biasanya dijual sekitar Rp 10 ribu per liter kini berada di kisaran Rp 15-20 ribu per liter. Meski lebih mahal, antrean tetap membludak.

Di Jalan Minasa Upa, Makassar, antrean kendaraan di salah satu Pertamini memicu kemacetan sejak sore hingga malam. Kondisi serupa terlihat di sejumlah titik lainnya.

Pemda dan Pertamina Cari Solusi

Pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Sulsel kini berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari jalan keluar. Kelangkaan ini dinilai mulai mengganggu aktivitas masyarakat hingga layanan publik.

Bagi warga yang bergantung pada BBM eceran, persoalannya bukan sekadar harga. Ketika pasokan di SPBU sulit diprediksi, membeli di pedagang eceran dengan harga dua kali lipat menjadi pilihan paling praktis yang tersisa.