LINKARFAKTA.COM — Liburan yang sudah direncanakan jauh hari bisa berubah drastis ketika gempa, banjir, atau erupsi gunung api datang tiba-tiba. Di tengah situasi darurat, kepanikan justru bikin sulit mengambil keputusan tepat. Lima langkah berikut bisa membantu kamu tetap aman saat bencana terjadi di tengah perjalanan wisata.
Bencana alam bisa datang kapan saja, termasuk saat kamu sedang menikmati liburan di daerah yang belum dikenal. Prioritas utama bukan lagi menyelamatkan rencana perjalanan, melainkan keselamatan diri sendiri dan orang di sekitar.
1. Tetap Tenang dan Cari Informasi Resmi
Hal pertama yang wajib dilakukan adalah menahan diri agar tidak panik. Kepanikan membuat seseorang buru-buru mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan kondisi sekitar.
Tarik napas, menjauh dari sumber bahaya jika memungkinkan, lalu cari tahu situasi terbaru lewat sumber resmi. Jangan langsung percaya informasi di media sosial yang belum jelas kebenarannya.
Perhatikan arahan dari pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), atau pihak berwenang setempat. Informasi itu membantu kamu mengetahui wilayah terdampak, potensi bahaya lanjutan, dan langkah evakuasi yang perlu diambil.
2. Segera Menuju Tempat yang Lebih Aman
Begitu situasi diketahui, ikuti instruksi evakuasi jika pihak berwenang meminta masyarakat meninggalkan lokasi. Jangan menunggu keadaan memburuk hanya karena kondisi sekitar masih terlihat aman.
Pilih jalur evakuasi yang sudah ditentukan dan hindari jalan pintas yang belum diketahui kondisinya. Kalau sedang di tempat wisata, ikuti arahan petugas, pengelola destinasi, atau pemandu wisata.
Mereka biasanya punya informasi soal titik kumpul dan jalur keluar darurat. Barang bawaan, tiket wisata, atau rencana perjalanan tidak lebih penting daripada keselamatan diri.
3. Hubungi Keluarga dan Orang Terdekat
Setelah kondisi cukup aman, segera beri tahu keluarga atau orang terdekat soal keadaanmu. Sampaikan lokasi terakhir, kondisi terkini, serta rencana yang akan dilakukan setelahnya.
Informasi sederhana itu membantu keluarga tahu kamu dalam keadaan aman sekaligus memudahkan mereka memantau situasi. Tapi jangan terus-menerus menelepon kalau jaringan komunikasi sedang terbatas.
Prioritaskan komunikasi yang benar-benar penting agar jaringan dan baterai ponsel tetap bisa dipakai untuk kebutuhan darurat. Aktifkan fitur hemat baterai dan simpan nomor penting selama proses evakuasi.
4. Tunda Perjalanan dan Jangan Memaksakan Diri
Bencana alam bisa mengubah kondisi jalan, transportasi, dan fasilitas umum secara tiba-tiba. Jalan yang sebelumnya aman bisa tertutup material longsor, tergenang banjir, atau rusak akibat gempa.
Karena itu, jangan memaksakan diri kembali ke hotel, menuju bandara, atau melanjutkan perjalanan jika kondisi belum dinyatakan aman. Tidak perlu merasa rugi hanya karena rencana liburan harus dihentikan sementara.
Tiket, reservasi penginapan, atau agenda wisata bisa dipertimbangkan lagi setelah keadaan kondusif. Menunda perjalanan justru mengurangi risiko masalah yang lebih besar.
5. Siapkan Kebutuhan Penting Selama Darurat
Jika harus bertahan sementara di lokasi aman, pastikan barang penting mudah dijangkau. HP, power bank, dompet, identitas diri, obat-obatan pribadi, air minum, dan makanan ringan sebaiknya tidak ditinggalkan.
Masukkan barang-barang itu ke dalam tas yang mudah dibawa ketika harus berpindah tempat. Perhatikan juga kondisi lingkungan dan ikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang.
Jangan kembali ke lokasi yang sebelumnya dievakuasi hanya untuk mengambil barang jika belum ada izin atau pengumuman bahwa kawasan tersebut aman.
Menghadapi bencana saat liburan memang tidak pernah masuk rencana, tapi lima langkah di atas bisa jadi pegangan agar tetap aman. Yang terpenting, utamakan keselamatan dan ikuti arahan petugas resmi di lapangan.