JAKARTA, LINKARFAKTA.COM — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar kampanye pemadaman lampu serentak selama 60 menit pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 20.30–21.30 WIB. Aksi bertajuk "60 Menit Padamkan Lampu Buat Jakarta & Bumi" ini menyasar gedung pemerintahan, bangunan komersial, jalan protokol, hingga ikon kota seperti Monas dan Patung Selamat Datang. Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas tidak ikut dipadamkan.

Kampanye pemadaman lampu serentak ini bukan akibat gangguan atau pemeliharaan jaringan PLN. Pemprov DKI Jakarta menyebutnya sebagai aksi sukarela dan simbolis untuk memperingati Hari Ozon Sedunia. Warga diimbau ikut memadamkan lampu rumah masing-masing selama tidak mengganggu kebutuhan keselamatan dan aktivitas penting.

Apa Saja yang Padam dan Apa yang Tetap Menyala?

Pemadaman menyasar gedung-gedung pemerintahan dan kantor wali kota di lima kota administrasi Jakarta. Bangunan swasta dan komersial, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, serta apartemen juga diminta berpartisipasi.

Jalan protokol dan jalan arteri di lima kota administrasi ikut dipadamkan. Sejumlah ikon dan landmark Jakarta masuk daftar, mulai dari Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Patung Pahlawan, Patung Jenderal Sudirman, hingga kompleks Balai Kota.

Pengecualian berlaku untuk fasilitas kesehatan. Rumah sakit, puskesmas, dan klinik tetap menyala dan tidak ikut dipadamkan.

Berapa Besar Penghematan Listrik dari Aksi Serupa Sebelumnya?

Aksi serupa pada 13 Juni 2026 berhasil menghemat listrik 75,18 MWh. Pengurangan emisi dari kegiatan itu mencapai sekitar 60 ton setara CO2.

Angka tersebut menjadi dasar Pemprov DKI Jakarta mengulang kampanye yang sama pada September 2026. Durasi yang ditetapkan tetap 60 menit, dari pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.

Mengapa Pemprov DKI Jakarta Sebut Ini soal Kebiasaan Sederhana?

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta menyatakan aksi ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

"Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta.

Kampanye ini menyasar lima kota administrasi Jakarta dengan melibatkan gedung pemerintahan, bangunan komersial, hingga ruang publik. Warga yang ingin berpartisipasi diminta memadamkan lampu rumah selama satu jam pada jadwal yang sama.

Pemprov DKI Jakarta menegaskan pemadaman ini bersifat sukarela, bukan pemadaman listrik akibat gangguan atau pemeliharaan jaringan PLN seperti yang biasa terjadi.

Detail Pemadaman Lampu Serentak Jakarta - Hari Ozon Sedunia

WaktuSabtu, 19 September 2026, pukul 20.30-21.30 WIB (60 menit)
Ikon yang dipadamkanMonas, Patung Arjuna Wiwaha, Bundaran HI, Patung Pahlawan, Patung Jenderal Sudirman, Balai Kota
PengecualianFasilitas kesehatan (RS, puskesmas, klinik) tetap menyala
Hasil aksi Juni 2026Hemat listrik 75,18 MWh, kurangi emisi ±60 ton CO2

Ini kampanye sukarela Pemprov DKI Jakarta memperingati Hari Ozon Sedunia, bukan pemadaman akibat gangguan/pemeliharaan jaringan PLN. Warga diimbau ikut berpartisipasi memadamkan lampu rumah masing-masing selama tidak mengganggu keselamatan.