LINKARFAKTA.COM — Urutan kelahiran memang bukan penentu tunggal kepribadian, namun dinamika keluarga di dalamnya sangat memengaruhi karakter anak. Anak sulung biasanya tumbuh dengan tanggung jawab besar, sementara anak bungsu cenderung lebih santai karena orang tua sudah berpengalaman.
Lalu bagaimana dengan anak tengah? Mereka sering kali tidak mendapat sorotan penuh seperti kakaknya, atau dimanja berlebihan seperti adiknya. Kondisi ini kerap memicu middle child syndrome, di mana anak merasa kurang diperhatikan atau "tidak dianggap" sepenuhnya dalam struktur keluarga.
1. Jujur, Rendah Hati, dan Pandai Bekerja Sama
Tanpa beban sebagai "pelopor" atau privilese sebagai "bocah kesayangan", anak tengah belajar menjalani hidup secara realistis sejak dini. Menurut psikiater Brian Amen, posisi ini justru membentuk pribadi yang jujur dan rendah hati.
Sifat ini membuat mereka alami menjadi penengah yang baik. Dalam situasi konflik, anak tengah cenderung mudah berempati, mau bekerja sama, dan cepat memaafkan. Kualitas sosial ini sangat berharga untuk menjaga hubungan harmonis, baik di sekolah maupun nanti di dunia kerja.
2. Terampil Memecahkan Masalah Secara Mandiri
Karena terbiasa menghadapi dinamika antara kakak dan adik, anak tengah sering ditempatkan sebagai mediator. Posisi ini melatih kemampuan mereka menyelesaikan masalah tanpa harus selalu bergantung pada bantuan orang tua.
Mereka belajar melihat sudut pandang berbeda sekaligus mencari jalan keluar yang adil bagi semua pihak. Kemampuan negosiasi dan pemecahan masalah ini menjadi bekal penting ketika mereka dewasa dan harus berkolaborasi dalam tim yang kompleks.
3. Tangguh dan Stabil Secara Emosional
Berdasarkan tes kepribadian Hexaco, anak tengah cenderung memiliki skor tinggi dalam hal ketangguhan dan pengendalian emosi. Mereka tidak mudah panik saat menghadapi tekanan karena terbiasa mengelola perasaan sendiri.
Pola pikir yang mengutamakan kerja sama membantu mereka tetap tenang dalam situasi stres. Kestabilan emosi ini menjadikan mereka pemimpin yang efektif, karena mampu mengambil keputusan rasional tanpa terbawa suasana dramatis.
Tips Pengasuhan Agar Anak Tengah Merasa Diterima
Cliff Isaacson dan Kris Radish dalam buku The Birth Order Effect menekankan pentingnya membuat anak tengah merasa diterima apa adanya. Orang tua perlu menyeimbangkan perhatian agar tidak hanya tertuju pada anak pertama atau terakhir.
Berikan kepastian dan rasa aman: Jika anak melakukan kesalahan, jelaskan konsekuensinya secara spesifik. Tekankan bahwa hukuman tersebut terkait perilaku, bukan statusnya sebagai anak tengah. Ini mencegah mereka merasa "dihukum" karena posisinya di keluarga.
Aktif memberikan perhatian: Jangan menunggu anak mencari perhatian dengan cara negatif. Sediakan waktu khusus berdua saja untuk mendengar cerita mereka. Validasi perasaan mereka agar tidak merasa perlu berteriak lantang untuk didengar.
Apresiasi keunikan mereka: Pujilah sifat positif seperti empati atau kemampuan memimpin yang mereka tunjukkan sehari-hari. Dengan begitu, anak akan memahami bahwa menjadi "tengah" adalah kekuatan, bukan kekurangan.