LINKARFAKTA.COM — Penyesuaian harga berlaku sejak 1–2 September 2026 dan masih bertahan hingga Minggu (13/9/2026). Pertamina menaikkan Pertamax Green 95 ke Rp19.150 per liter pada 2 September, naik Rp2.550 dari sebelumnya Rp16.600 per liter.

Kenaikan itu menyusul penyesuaian produk lain sehari sebelumnya. BP-AKR dan Shell melakukan hal serupa, dengan kenaikan paling tajam di segmen diesel.

Pertamina: Dexlite Naik Rp4.000 per Liter

Dexlite melompat dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Pertamina Dex naik dari Rp21.150 ke Rp25.200 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dari Rp18.300 ke Rp19.600 per liter.

Harga Pertamax (RON 92) tetap Rp15.950 per liter. BBM subsidi Pertalite dan Biosolar juga tidak berubah.

BP-AKR dan Shell: Diesel di Rp25.420

BP Ultimate Diesel dan Shell V-Power Diesel kompak dipatok Rp25.420 per liter, naik dari Rp21.910. BP Ultimate naik dari Rp16.760 ke Rp19.330 per liter.

Harga BP 92 tetap Rp16.130 per liter. Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih kosong alias tidak tersedia.

Vivo: Revvo 92 Bertahan, Diesel Primus Kosong

Pantauan di SPBU Vivo Jalan Tendean, Jakarta Selatan, menunjukkan Revvo 92 masih Rp16.130 per liter. Harga Diesel Primus dan Revvo 95 tidak tertera di papan karena stok kosong.

Diesel Primus terakhir tercatat Rp21.910 per liter pada Agustus 2026. Belum ada keterangan resmi soal waktu pengisian ulang stok.

Dampak ke Pemilik Kendaraan Diesel

Lonjakan terbesar ada di BBM diesel non subsidi. Dexlite naik Rp4.000 per liter, sementara Pertamina Dex dan dua produk diesel lain naik sekitar Rp4.050 per liter.

Bagi pengguna mobil diesel modern, biaya per kilometer berpotensi naik signifikan. Pemilik kendaraan bensin RON 92 relatif aman karena Pertamax, BP 92, dan Revvo 92 tidak berubah.

Belum ada informasi resmi dari Pertamina, BP-AKR, maupun Shell soal durasi harga baru ini. Pemantauan harga di SPBU masing-masing wilayah tetap jadi acuan paling akurat.