LINKARFAKTA.COM — Meta merilis agen kecerdasan buatan bernama Muse yang dapat mengingat, menyarankan, dan menjalankan pekerjaan secara otomatis. Kemampuan itu mencakup belanja, mengirim email, memesan perjalanan, memberi pengingat, membuka browser, mengisi formulir, hingga negosiasi harga.

Perusahaan pemilik Facebook dan Instagram ini menyebut Muse dirancang agar bisa terhubung ke berbagai kategori aplikasi dan menjalankannya langsung. Pengguna cukup memberi tahu apa yang harus dilakukan, lalu agen AI tersebut mengeksekusinya dengan dukungan model Muse Spark.

Kemampuan Muse: dari Belanja sampai Negosiasi Harga

Muse bekerja dengan cara terhubung ke aplikasi pihak ketiga. Setelah tersambung, agen ini bisa mengambil alih tugas-tugas yang biasanya dilakukan manual oleh pengguna.

Beberapa pekerjaan yang disebut mampu dijalankan Muse antara lain mengirim email, memesan perjalanan, memberi pengingat, membuka browser, mengisi formulir, melakukan pembelian, hingga negosiasi harga. Muse juga tetap bekerja meski aplikasi ditutup, dan kembali aktif ketika ada perubahan atau memerlukan persetujuan pengguna.

"Muse bisa tetap bekerja meskipun pengguna telah menutup aplikasinya, dan akan kembali aktif ketika ada perubahan atau ketika memerlukan persetujuan, seperti sebelum mengirim email atau melakukan pembelian," jelas Meta.

Model Muse Spark dan Pendekatan Superintelligence Personal

Muse didukung model AI bernama Muse Spark yang dirancang khusus untuk pekerjaan agen AI dalam kehidupan nyata. Meta menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari visi superintelligence personal.

"Meta meyakini bahwa superintelligence personal akan menjadi salah satu teknologi paling transformatif sepanjang masa," tulis perusahaan di laman resminya, Selasa (8/9).

Muse dirancang intuitif agar bisa dipahami semua kalangan tanpa pengalaman teknis. Pengguna hanya perlu memberi instruksi dalam bahasa natural, lalu agen AI menjalankan tugasnya.

Keamanan dan Kontrol Pengguna

Meta menyematkan Muse Secure VM, sebuah virtual machine yang berjalan di komputer khusus terdedikasi di cloud. Mekanisme ini diklaim mencegah agen AI lain mengakses data pengguna.

Muse juga tidak memiliki akses ke kata sandi atau metode pembayaran. Setiap tindakan sensitif seperti mengirim email atau transaksi memerlukan konfirmasi pengguna.

Pengguna dapat menentukan aplikasi mana saja yang boleh terhubung dan sejauh apa aksesnya. Misalnya, apakah Muse hanya bisa melihat email, mengirim email, atau tidak boleh mengakses sama sekali. Izin bisa dihentikan kapan pun, termasuk memerintahkan Muse "melupakan" hal yang telah dipelajarinya.

Meta juga memberi opsi bagi pengguna untuk memilih apakah interaksinya digunakan sebagai bahan pelatihan model AI. Muse menampilkan riwayat aktivitas lengkap mengenai semua yang telah dan akan dilakukannya.

Ketersediaan dan Model Harga

Muse baru tersedia di Amerika Serikat melalui aplikasi Android, iOS, dan situs web. Meta menyebut kehadiran Muse di kacamata pintar mereka akan menyusul.

Sebagian besar fitur tersedia gratis. Pengguna yang ingin memanfaatkan fitur lanjutan bisa berlangganan paket berbayar.

Belum ada keterangan resmi soal jadwal rollout Muse ke pasar di luar AS, termasuk Indonesia. Meta menyatakan akan mengumumkan ketersediaan di wilayah lain secara bertahap.