JAKARTA, LINKARFAKTA.COM — KAI Daop 8 Surabaya menambah 582 kursi pada dua kereta api reguler untuk mengantisipasi lonjakan penumpang akibat gangguan penerbangan di wilayah terdampak. Penambahan kapasitas rangkaian kereta ini berlaku hingga 10 September 2026 seiring meningkatnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dampak erupsi vulkanik langsung memicu lonjakan penumpang di moda transportasi rel. Daop 8 Surabaya memutuskan memperkuat kapasitas angkut dengan memaksimalkan formasi dua rangkaian kereta api reguler. Keputusan ini diambil guna menampung peralihan pengguna transportasi udara yang terhambat jadwal penerbangannya.

Tambahan formasi tersebut mencakup 3 kereta kelas eksekutif dan 6 kereta kelas ekonomi new generation. Rangkaian gerbong ekstra tersebut menyumbang total 582 tempat duduk tambahan bagi masyarakat. Selain itu, manajemen juga menambah 1.032 kursi lain untuk perjalanan menuju Jakarta.

Kebutuhan tiket melonjak drastis. Penumpang pesawat memilih beralih ke jalur darat demi memastikan kepastian waktu tiba di tujuan. Kereta api menjadi tumpuan utama mobilitas antarkota di pulau Jawa.

Operasional 9 Kereta Api Tambahan

Langkah penguatan kapasitas di tingkat daerah berjalan beriringan dengan kebijakan kantor pusat KAI. PT Kereta Api Indonesia mengoperasikan 9 perjalanan KA Tambahan demi memperkuat pilihan mobilitas masyarakat secara nasional. Pola perjalanan darurat ini sudah berjalan beberapa hari sejak sekitar 7 September 2026.

Layanan ekstra tersebut menghubungkan berbagai kota besar yang mengalami hambatan akses udara. Rute yang disediakan mencakup koridor Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, hingga Malang dan Surabaya. Sembilan perjalanan KA Tambahan yang disiapkan meliputi:

Jadwal keberangkatan diatur menyebar dari pagi hingga malam hari. Dua rute melayani koneksi langsung antara Gambir dan Surabaya Pasarturi secara pulang-pergi. Alternatif ini memberi kelonggaran bagi calon penumpang yang terdampak pembatalan rute udara.

Imbauan Kesehatan dan Kesiapan Operasional

Erupsi Gunung Anak Krakatau memuntahkan abu vulkanik yang menyebar ke ruang udara sejumlah rute domestik. Partikel abu tersebut berisiko tinggi terhadap keselamatan penerbangan komersial sehingga membatasi lalu lintas udara. Kondisi alam ini memaksa koordinasi intensif antarpihak penyedia layanan transportasi publik.

Manajemen operator kereta api memastikan kesiapan sarana berjalan optimal menghadapi lonjakan okupansi. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan komitmen operasional perusahaan dalam merespons dinamika di lapangan. "KAI terus menyesuaikan layanan perjalanan sesuai permintaan masyarakat dengan tetap menjaga kesiapan operasional dan keselamatan," kata Anne Purba.

Seiring situasi tersebut, KAI turut mengeluarkan imbauan keselamatan bagi calon pelanggan. Penumpang di wilayah yang terpapar sebaran abu vulkanik diminta mengenakan masker jika diperlukan. Pelanggan juga diimbau tetap menjaga kesehatan selama menempuh perjalanan darat bersama rombongan.

Daftar 9 KA Tambahan Hari Ini

NoKeretaBerangkat
1KA Tambahan Malang – Gambir20.15 WIB
2KA Tambahan Solo – Gambir17.20 WIB
3KA Tambahan Gambir – Solo07.10 WIB
4KA Tambahan Yogyakarta – Gambir22.00 WIB
5KA Tambahan Gambir – Yogyakarta11.50 WIB
6KA Tambahan Semarang Tawang – Gambir20.15 WIB
7KA Tambahan Gambir – Semarang Tawang11.20 WIB
8KA Tambahan Gambir – Surabaya Pasarturi12.40 WIB
9KA Tambahan Surabaya Pasarturi – Gambir11.00 WIB

Selain 9 KA Tambahan di atas, KAI Daop 8 Surabaya juga menambah kapasitas 2 kereta reguler (3 kereta kelas eksekutif dan 6 kereta kelas ekonomi new generation, total 582 tempat duduk tambahan) serta 1.032 kursi lain untuk perjalanan menuju Jakarta guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba: “KAI terus menyesuaikan layanan perjalanan sesuai permintaan masyarakat dengan tetap menjaga kesiapan operasional dan keselamatan.”

KAI mengimbau penumpang di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memakai masker jika diperlukan dan tetap menjaga kesehatan.