LINKARFAKTA.COM — Huawei kembali memperkuat posisinya di segmen ponsel lipat dengan meluncurkan Mate XT2. Perangkat ini bukan sekadar penerus Mate XT biasa, melainkan perpaduan antara desain lipat tiga ala Samsung Galaxy Z TriFold dengan fitur privasi layar yang selama ini menjadi andalan Galaxy S26 Ultra. Harganya? Sekitar USD 3.000 (Rp 49,5 juta) untuk varian tertentu.

Desain Lipat Tiga yang Lebih Protektif

Berbeda dari pendahulunya yang memakai sebagian layar utama sebagai layar luar saat dilipat, Mate XT2 kini mengadopsi desain lipat ke dalam (inward-folding). Pendekatan ini meniru apa yang sudah ditawarkan Samsung lewat Galaxy Z TriFold, dan secara teknis lebih aman untuk melindungi panel utama dari goresan dan benturan.

Ketika dilipat, ketebalannya mencapai 12,3 mm dengan bobot 299 gram. Angka ini membuatnya masuk kategori ponsel lipat yang relatif ramping untuk ukuran tiga panel.

Layar 10,2 Inci dengan Mode Privasi Opsional

Bagian paling menarik ada pada layar utamanya yang berukuran 10,2 inci. Huawei menyematkan fitur privacy display opsional yang cara kerjanya mirip dengan teknologi di Galaxy S26 Ultra—mengatur piksel layar agar cahaya hanya dipancarkan ke arah pengguna, sehingga orang di samping tidak bisa melihat isi layar dengan jelas.

Perlu dicatat, fitur ini hanya tersedia pada varian 16GB/1TB dan dikenakan biaya tambahan. Jadi, pengguna yang menginginkan kapasitas penyimpanan lebih rendah tidak akan mendapatkannya.

Spesifikasi Utama Mate XT2

Dari segi spesifikasi, Mate XT2 jelas mengarah ke kelas flagship. Baterai 5.600 mAh tergolong besar untuk ponsel lipat, dan sertifikasi IP58/IP59 memberi rasa aman lebih dibanding generasi lipat sebelumnya yang kerap menghindari label tahan air.

Harga dan Ketersediaan Terbatas

Huawei membanderol Mate XT2 di angka yang tidak ramah kantong. Harga dasar berada di kisaran USD 3.000 (sekitar Rp 49,5 juta dengan kurs Rp 16.500 per dolar AS), sementara varian tertinggi dengan RAM 16GB dan storage 1TB jelas lebih mahal lagi. Di China, perangkat ini dibanderol ¥19.999.

Sayangnya, peluang Mate XT2 masuk pasar Indonesia sangat tipis. Status Huawei yang masih terbatas dalam akses layanan Google Mobile Services (GMS) menjadi hambatan besar untuk kompetisi di pasar lokal yang sangat bergantung pada ekosistem Google.

Posisi di Tengah Persaingan Ponsel Lipat

Kehadiran Mate XT2 menegaskan bahwa Huawei tidak mundur dari ajang inovasi desain lipat. Namun, langkah Samsung yang sempat menghentikan penjualan Galaxy Z TriFold secara mendadak awal tahun ini menunjukkan bahwa segmen tri-fold masih sangat niche. Mate XT2, dengan segala kelebihannya, tampaknya akan menjadi perangkat kolektor atau barang premium bagi pengguna yang menginginkan teknologi terbaru tanpa kompromi—selama mereka siap merogoh kocek lebih dan menerima keterbatasan layanan aplikasi.

Bagi pengguna di Indonesia yang tertarik dengan ponsel lipat, opsi dari Samsung, Oppo, atau vivo mungkin masih menjadi pilihan yang lebih masuk akal dari sisi harga dan dukungan layanan purna jual.