AMUNTAI — Akses transportasi darat di dua desa wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terganggu akibat longsor. Bencana alam ini menggerus badan jalan vital yang menjadi urat nadi mobilitas warga sehari-hari.

Kerusakan infrastruktur tersebut terjadi di dua titik berbeda, yakni Jalan Tepi Kali Negara di Kecamatan Sungai Pandan serta ruas jalan perdesaan dekat Masjid Jami Sungai Banar di Kecamatan Amuntai Selatan, yang dilaporkan pada Senin.

Fokus Penanganan Titik Kerusakan Badan Jalan

Guna memastikan mobilitas warga tidak lumpuh total, jajaran Pemerintah Kabupaten HSU langsung menggelar inspeksi ke lokasi terdampak. Pengecekan lapangan dipimpin oleh Bupati HSU Sahrujani bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Amos Silitonga serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Syamrani.

Pemerintah daerah mengukur tingkat kerusakan badan jalan serta merancang langkah perbaikan fisik dengan segera. Koordinasi lintas instansi teknis dimatangkan langsung di area bantaran sungai dan permukiman yang amblas.

Sahrujani menegaskan bahwa pemulihan jalur darat tersebut menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan pengguna jalan.

"Kondisi infrastruktur jalan yang menjadi akses utama masyarakat menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah," kata Sahrujani.

Skema Darurat Menyesuaikan Kondisi Lapangan

Penanganan teknis lanjutan diserahkan kepada instansi terkait agar jalan penghubung antardesa tersebut dapat segera difungsikan secara optimal. Mengingat kontur tanah di tepi aliran sungai yang rentan, metode rekonstruksi bakal diselaraskan dengan fakta di lapangan.

Bupati Sahrujani menyatakan penanganan darurat akan disesuaikan dengan kondisi lapangan terkini.

"Penanganan akan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan serta kondisi di lapangan," ujar Sahrujani.

Langkah taktis Dinas PUPR dan BPBD HSU ini difokuskan pada pengamanan struktur badan jalan yang tersisa. Pemkab memastikan pekerjaan darurat maupun perbaikan permanen digulirkan agar aktivitas perekonomian dan aktivitas warga di Sungai Pandan maupun Amuntai Selatan tidak terputus lama.