BANYUWANGI — Kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen mengalami kebakaran hutan dan lahan yang kian meluas hingga mencapai sekitar 20 hektare. Titik api yang terpantau sejak Kamis (3/9/2026) tersebut belum dapat dipadamkan secara menyeluruh akibat medan terjal dan cuaca kering di puncak gunung.

Kondisi darurat ini membuat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Bupati Banyuwangi menetapkan status tanggap darurat bencana. Kebijakan diambil untuk mempercepat koordinasi lintas instansi dalam memadamkan titik api di kawasan pegunungan tersebut.

Aktivitas kunjungan masyarakat ke destinasi wisata populer yang membentang di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso itu dihentikan total demi alasan keselamatan. Pengelola menutup sementara akses TWA Kawah Ijen sejak 4 September 2026 hingga batas waktu yang belum dipastikan.

Helikopter Water Bombing Semeru Dialihkan ke Kawah Ijen

Untuk menembus titik api yang sulit dijangkau regu darat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menggeser unit helikopter water bombing dari penanganan Gunung Semeru ke kawasan Ijen mulai Senin (7/9/2026).

“Helikopter yang sebelumnya melakukan aksi water bombing di kawasan Gunung Semeru, mulai hari ini, kita geser ke Ijen, untuk membantu percepatan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto dalam keterangan tertulis.

Helikopter jenis PK-DAP berkapasitas 1.000 liter itu langsung dikerahkan dalam operasi udara hari pertama. Dua kali aksi pengeboman air berhasil dilakukan dengan menjatuhkan total 2.000 liter air ke punggung gunung yang terbakar.

Kendati demikian, operasi udara menghadapi tantangan berat di lapangan. Embusan angin kencang serta kabut tebal yang kerap menyelimuti kawah membatasi jarak pandang pilot dan menghambat laju pemadaman dari udara.

Penyisiran Darat dan Rekayasa Hujan Buatan

Selain mengandalkan gempuran air dari udara, puluhan personel dikirim untuk memperkuat regu darat di lereng barat Kawah Ijen. Tim gabungan menyisir lokasi dengan memprioritaskan keselamatan mengingat jalur pendakian yang curam.

“Kami juga menerjunkan sejumlah personel untuk bergabung dengan tim darat yang akan melakukan penyisiran lewat darat,” terang Gatot.

Beragam perlengkapan manual dibawa personel BPBD Jatim ke puncak gunung. Bantuan logistik pemadaman tersebut mencakup 10 unit alat gepyok, 12 fire ball, tiga unit jet shooter, serta alat pelindung diri lengkap bagi petugas lapangan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) turut dioptimalkan untuk memicu hujan buatan di sekitar titik kebakaran. Pesawat CASA NC212/A-2104 diterbangkan pada Senin pukul 13.12 WIB guna menyemai 800 kilogram garam NaCl di langit Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.