Fractal Design Refine 2 Hadir Rp 10,5 Juta, Perbaikan Kecil dari Seri Pertama
LINKARFAKTA.COM — Fractal Design, perusahaan peripherals yang dikenal lewat casing PC premium, kembali meramaikan pasar kursi gaming. Setelah sukses dengan Refine generasi pertama dua tahun lalu, mereka kini menghadirkan Refine 2 yang tersedia dalam tiga varian pelapis: kain (fabric), jaring (mesh), dan hybrid (kombinasi keduanya). Kursi ini dibanderol USD 639,99 atau sekitar Rp 10,5 juta untuk semua varian.
Spesifikasi di Atas Kertas
Dari segi dimensi, Refine 2 punya sandaran punggung setinggi 87,5 cm dengan lebar bahu sekitar 47,6 cm. Area duduknya selebar 52 cm di titik terlebar dengan kedalaman yang bisa diatur dari 42,5 cm hingga 50 cm.
Kursi ini mendukung beban maksimal 135 kg dengan rentang tinggi pengguna yang disarankan antara 160 cm hingga 200 cm. Bobotnya sendiri mencapai 36 kg, menjadikannya salah satu kursi gaming paling berat di kelasnya. Garansi yang ditawarkan cukup panjang: 3 tahun untuk pelapis dan 5 tahun untuk komponen lainnya.
Perbaikan dari Generasi Pertama
Perbaikan paling signifikan ada pada sandaran tangan 4D yang kini bisa terkunci sepenuhnya. Pada model sebelumnya, pengaturan kedalaman dan sudut tidak bisa dikunci dengan baik—masalah yang sering dikeluhkan pemilik Refine generasi pertama.
Fractal Design juga meredam kekuatan tilt limiter (pembatas kemiringan) yang sebelumnya terlalu kaku. Meski begitu, pengujian menunjukkan efeknya belum sepenuhnya optimal untuk pengguna bertubuh kecil. Sandaran lumbar juga kini menggunakan dua bantalan di sisi tulang belakang, bukan satu seperti sebelumnya. Desain ini memungkinkan bantalan melentur mengikuti gerakan tubuh saat kamu mengubah posisi duduk.
Kualitas pelapis kainnya juga meningkat signifikan. Material fabric pada unit review terasa seperti katun yang disikat halus—jauh lebih nyaman dibanding versi mesh di generasi pertama yang terasa gatal dan kasar.
Keluhan yang Tersisa
Beberapa catatan penting tetap muncul saat pengujian. Tilt limiter yang sudah dilunakkan masih terasa terlalu kaku, terutama untuk pengguna dengan berat badan di rentang bawah rekomendasi (60-70 kg). Pengujian dilakukan dengan pengguna berbobot 61 kg yang kesulitan bersandar, sementara pengguna berbobot 86 kg bisa melakukannya dengan lebih mudah.
Mekanisme pengunci sandaran tangan juga masih merepotkan. Mengubah sudut sandaran tangan (hanya tersedia tiga posisi: lurus, miring ke dalam dan ke luar sekitar 20 derajat) membutuhkan usaha ekstra karena tombol penguncinya kurang responsif.
Selain itu, kursi ini tidak bisa direbahkan hampir datar seperti kebanyakan kursi gaming lain. Sudut kemiringan maksimal hanya sekitar 125-130 derajat saat ada beban.
Pesaing di Kelas Harga yang Sama
Dengan harga sekitar Rp 10,5 juta, Refine 2 menempati posisi menengah-atas pasar kursi gaming. Pesaing terdekatnya adalah SecretLab Titan Evo NanoGen yang biasanya dibanderol sedikit lebih murah. Di sisi lain, kursi ergonomis kelas premium seperti SteelCase Karman dibanderol jauh lebih tinggi.
Refine 2 sebenarnya cocok untuk kamu yang mencari titik tengah antara kursi gaming bergaya balap dan kursi kantor ergonomis—dengan harga yang juga berada di antara keduanya.
Kesimpulan
Fractal Design Refine 2 adalah pembaruan yang jujur sesuai namanya: "sedikit disempurnakan." Perubahan yang dibawa memang kecil dan kebanyakan menyempurnakan hal-hal yang sudah ada, bukan menghadirkan terobosan baru.
Jika kamu sudah memiliki Refine generasi pertama, peningkatan ini mungkin tidak cukup signifikan untuk diupgrade. Namun jika kamu baru pertama kali membeli kursi gaming premium, Refine 2 dengan pelapis kainnya menawarkan kenyamanan yang solid untuk sesi kerja dan gaming panjang. Hanya saja, pertimbangkan postur tubuhmu sebelum membeli—kursi ini jelas lebih ramah untuk pengguna bertubuh besar atau tinggi.