Tanpa Tiga Pilar, Bali United Incar Kemenangan di Laga Perdana Lawan PSS Sleman
LINKARFAKTA.COM — Kabar kurang baik menghampiri kubu tuan rumah jelang kick-off. Tiga pemain inti dipastikan absen, memaksa tim pelatih mengubah rencana yang sudah disusun selama masa pramusim. Situasi ini disebut Johnny Jansen sebagai tantangan yang sudah diantisipasi sejak jauh hari.
Bali United mengawali musim baru dengan target sempurna di kandang sendiri. Ribuan suporter diprediksi memadati Stadion Kapten I Wayan Dipta untuk memberi dukungan langsung di laga yang digelar malam hari.
Rotasi Wajib di Lini Belakang
Absennya tiga pemain kunci memaksa Johnny Jansen merombak komposisi starting XI. Pelatih asal Belanda itu mengaku tidak ingin larut dalam masalah dan memilih fokus pada pemain pengganti yang tersedia.
"Kami berlatih sepanjang pramusim mengenai bagaimana kami ingin membuat tim ini menjadi lebih baik dan seperti apa gaya bermain kami. Tetapi kami siap, kami senang bisa bermain melawan Sleman. Sangat bagus," ujarnya dalam sesi jumpa pers jelang laga.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persiapan taktis tidak berhenti meski ada kendala komposisi pemain. Fleksibilitas menjadi kata kunci bagi skuad berjuluk Serdadu Tridatu.
Bukan Hanya Satu Nama, Semua Penyerang PSS Diwaspadai
Di sisi lawan, kekuatan PSS Sleman tidak bisa dipandang sebelah mata. Kedatangan Pieter Huistra, pelatih asal Belanda, membuat tim tamu punya warna permainan baru yang patut diwaspadai.
Kapten Bali United, Ricky Fajrin, justru menegaskan bahwa kewaspadaan tidak boleh ditujukan hanya kepada satu atau dua pemain bintang. Ia menyoroti kualitas merata di lini depan PSS Sleman.
"Saya pikir juga semua pemain depan punya kualitas, pemain-pemain Sleman, dan berpotensi untuk ya bisa merepotkan kita," kata pemain asal Semarang itu.
Ia menambahkan, "Tapi ya tetap kita harus waspada dengan kualitas mereka dan kita harus kerja keras, kita harus disiplin di lini belakang."
Sikap ini menunjukkan kesiapan mental lini pertahanan Bali United yang tidak mau lengah terhadap potensi serangan balik cepat dari skuad asuhan Huistra.
Duel Taktik Johnny Jansen vs Pieter Huistra
Pertemuan ini menjadi ajang adu strategi antara dua pelatih yang sama-sama membawa filosofi Belanda. Johnny Jansen mengaku senang bertemu koleganya itu dan berharap laga berjalan menarik.
"Ya, saya tahu mereka memiliki tim yang bagus. Tetapi kami juga memiliki tim yang bagus. Ya, saya senang bisa bertemu dengannya dan saya berharap kami bisa menjalani pertandingan yang hebat bersama," tuturnya.
Bagi Ricky Fajrin, kekurangan pemain bukan alasan untuk mengurangi target. Ia menilai skuad yang ada saat ini sudah cukup mumpuni untuk menggantikan peran rekan-rekannya yang absen.
"Pelatih juga sudah menyiapkan pemain pengganti. Jadi itu tidak terlalu jadi masalah bagi kami karena pemain yang dipasang juga harus siap," pungkas bek asal Bali tersebut.