Cuaca Ekstrem Paksa Nelayan Berhenti Melaut, Ditpolairud Polda Bali Perketat Patroli di Pelabuhan Benoa
DENPASAR — Cuaca ekstrem yang melanda perairan selatan Bali dalam beberapa pekan terakhir membuat nelayan memilih menepi. Kapal-kapal ikan kini mengambang padat di Pelabuhan Benoa, memunculkan potensi gangguan keamanan dan risiko kebakaran akibat instalasi listrik yang tetap menyala.
Ditpolairud Polda Bali merespons dengan meningkatkan frekuensi patroli gabungan bersama TNI AL, KSOP, dan Pelindo. Langkah ini diambil setelah pengalaman pahit terbakarnya sekitar 40 kapal ikan di Dermaga Barat beberapa waktu lalu, yang diduga dipicu arus pendek dan penumpukan kapal.
Mengapa Kapal Menumpuk di Pelabuhan Benoa?
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Bali, AKBP Nanang Prihasmoko, menjelaskan bahwa nelayan terpaksa menunda keberangkatan karena gelombang tinggi dan angin kencang. Kondisi ini membuat kapal-kapal pasif menunggu izin berlayar semakin banyak bersandar, terutama di area Jalan Ikan Tuna, Dermaga Barat, dan Dermaga Barat Selatan.
"Patroli ini merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi aman dan mencegah potensi gangguan kamtibmas maupun tindak pidana di laut," ujarnya, Kamis (3/9).
Fokus Pengawasan: Instalasi Listrik dan Mesin Kapal yang Tetap Nyala
Personel Ditpolairud kini memantau secara khusus kapal-kapal yang bersandar lama. Mesin atau freezer yang tetap menyala saat kapal sandar menjadi perhatian utama karena berpotensi menimbulkan korsleting.
Pemeriksaan teknis kelistrikan kapal memang menjadi kewenangan pemilik kapal dan Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) untuk kapal yang akan berlayar. Namun dari sisi pengamanan, Ditpolairud tetap melakukan pemantauan terhadap kapal yang melintas dan bersandar di pelabuhan.
Pemilik Kapal Wajib Sediakan APAR dan Awak Siaga
Pelindo Benoa telah mengingatkan pemilik kapal untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) dan memastikan awak kapal siaga selama bersandar. Aktivitas berisiko seperti pengelasan atau perbaikan yang memicu percikan api diimbau dihindari.
"Terkait pengecekan teknis instalasi kelistrikan kapal menjadi kewenangan pemilik atau ABK dan instansi terkait seperti KSOP, khususnya KPLP," kata AKBP Nanang.
Hydrant Kebakaran di Dermaga Akan Segera Ditambah
Evaluasi dari insiden kebakaran sebelumnya mengungkap minimnya hydrant siap pakai di area dermaga. KSOP Benoa saat ini berkoordinasi dengan PT Pelindo III untuk menambah sarana hydrant pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi.
Ditpolairud Polda Bali mengimbau para nelayan dan pemancing untuk selalu memantau prakiraan cuaca BMKG sebelum melaut, melengkapi diri dengan jaket pelampung, dan menunda keberangkatan jika kondisi membahayakan. Masyarakat pelabuhan yang menemukan potensi gangguan diminta segera melapor ke petugas di lapangan.